Salam damai dan sejahtera...Selamat datang di situs saya: M Che Anam's Blog
Tampilkan postingan dengan label Laen-laen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laen-laen. Tampilkan semua postingan

25 Juli, 2009

Mari Belajar dari Jepang

Mengamati kehidupan seorang tokoh besar atau Negara yg memperoleh capaian2 luar biasa adalah suatu yg sangat menarik. Salah satu negara yg sangat aku kagumi adalah Jepang.

Pada tahun 1945 negara Jepang luluh-lantah, terutama setelah adanya tragedi pengeboman maha dahsyat di Hiroshima dan Nagasaki. Begitu banyak korban, entah korban jiwa maupun korban yg bersifat materi. Yg tersisa hanyalah dataran tandus yg tidak mempunyai sumber daya alam.

Sekitar 5 tahun setelah itu, seluruh tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, tokoh agama, akademisi, para tehnokrat, tokoh pemuda dan elemen inti masyarakat mengadakan suatu pertemuan. Dalam pertemuan itu dihasilkan suatu kesepakatan tekat yg berbunyi “tekad bersama bangsa Jepang”. Yg menjadi tekad bersama utk membangun negeri Jepang adalah dengan menjadikan Negara tsb negara nomor satu di bidang tekstil sebelum tahun 1960. Dengan kerja keras seluruh lapisan masyarakat dan elemen bangsa ahirnya sebelum genap 10 thn Jepang telah menjadi negara penghasil tekstil nomor satu di dunia.

Pada awal tahun 1960-an Jepang memiliki tekad kembali utk menjadi negara penghasil produksi baja nomor satu di dunia. Bagaimana mungkin? Jepang tdk memiliki sumber biji besi yg mendukung pencapaian target tsb. Ahirnya mereka memutar otak. Mereka mengimpornya dari Eropa Timur dan mengolahnya menjadi baja ringan. Dan dengan kerja keras utk mewujudkannya, hasilnya adalah mereka menjadi negara produsen nomor satu di ahir dekade 60-an.

Tidak berhenti sampai situ, Jepang melanjutkan tekadnya utk menjadi negara penghasil otomotif nomor satu di dunia. Mereka bekerja keras dan pada awal dekade 80-an berhasil menjadi penghasil otomotif nomor satu di dunia.

Di era 80-an jepang bertekad utk menjadi negara nomor satu dalam industri elektronik. Dan pada awal tahun 1990 jepang menjadi produsen elektronoik terbesar sekaligus dikukuhkan sebagai negara industri terbesar di dunia.

Hanya tekad kuat dan kerja keras-lah yg membuat negara yg pernah hancur ini memperoleh capaian2 luar biasa itu.

Berbicara masalah sumber daya manusia, jika dibandingkan dengan jepang, secara kuantitas indonesia lebih unggul namun secara kualitas masih sangat jauh. Tentu saja, jika SDM ini bisa tertangani dengan baik, bukan hal uyg mustahil jika indonesia menjadi negara yg juah lebih maju dibandingkan jepang, karena sumber daya alam yg dimiliki Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan jepang.

Selengkapnya....

07 Mei, 2008

Tip Kerja Efektif

Beban pekerjaan yang menumpuk serta deadline yang semakin dekat membuat tekanan. Belum lagi waktu istirahat yang berkurang semakin membuat Anda stres. Mungkin Anda perlu mengefektifkan cara kerja. Mau tahu tipsnya? Ini dia!

1. Yang pertama buat jadwal yang jelas di meja kerja atau pekerjaan Anda. Tentukan prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, lengkap dengan tenggat waktunya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk membuat jadwal kerja.

2.Singkirkan file-file atau pekerjaan yang telah diselesaikan. Sehingga pekerjaan yang belum terselesaikan dapat terlihat dan tidak tercampur.

3. Sebisa mungkin delegasikan pekerjaan Anda. Jangan sampai semua pekerjaan Anda atasi sendiri, jika memang harus dikerjakan dengan tim maka kerjakanlah bersama rekan Anda. Sadari keterbatasan Anda sendiri.

4. Sebisa mungkin selesaikan pekerjaan satu-persatu hingga tuntas. Sehingga tidak membebani Anda ketika mengerjakan pekerjaan yang lain.

5. Beristirahatlah. Jika Anda merasa sudah sangat letih, berjalanlah sebentar keluar dari area kantor Anda. Jernihkan pikiran Anda sesaat, setelah itu mulailah bekerja lagi.

6. Perbaharui jadwal kerja harian Anda. Tulis pekerjaan apa yang telah selesai dan pekerjaan apa yang harus dikerjakan hari berikutnya. Sehingga akan lebih mudah bagi Anda untuk mengerjakannya

7. Sebisa mungkin jangan bawa pekerjaan ke rumah. Anda juga perlu istirahat dengan tenang.

dikutip dalam Amelia Ayu Kinanti (detikHot)

Selengkapnya....

21 Maret, 2008

Pengusaha

Oleh: Purdi E Candra

Seribu jadi satu juta
Satu juta jadi satu milyar
Satu milyar jadi satu trilyun
Satu trilyun jadi bangkrut
Itulah pengusaha

Modalnya adalah dengkulnya
Tak punya dengkul pun
Bisa pinjam dengkul orang lain
Pengalaman kerjanya adalah
Tak pernah melamar pekerjaan
Keberaniannya adalah optimisme
Thd duitnya orang lain
Itulah pengusaha

Kemandirian adalah jiwanya
Memulai usaha sendiri
Mengangkat dirinya sendiri
Sebagai direktor perusahaanya sendiri
Menjual barannya sendiri
Tdk laku dibeli sendiri
Itulah pengusaha

Perjuangan adalah hari2nya
Hutang adalah darahnya
Keuntugan dalam keringatnya
Tak berhutang hidup pun terasa hampa
Baginya, berhutang pun tetap mulia
Itulah pengusaha

Hidungnya panjang
Matanya tajam
Senyumnya mekar
Telinganya lebar
Itulah pengusaha

Selengkapnya....