Salam damai dan sejahtera...Selamat datang di situs saya: M Che Anam's Blog

05 Januari, 2008

MENYIAPKAN BISNIS DUNIA MAYA

Oleh: Pitoyo Amrih

Wajah tanya itu sempat terlihat oleh mata saya. Setelah beberapa saat saya tetap saja melanjutkan bicara, akhirnya teman saya itu tidak tahan untuk harus bertanya dan memotong penjelasan saya, “Maaf, Pak.... subdomain itu apa ya, Pak..?” Mendengar pertanyaan itu saya pun tersadar bahwa ada hal-hal mendasar yang memang harus dipahami ketika orang akan masuk menekuni bisnis di internet. Hal-hal mendasar yang memang harus dimengerti dan menjadi wawasan.

Saya termasuk orang yang berkeyakinan bahwa tidak ada sesuatu yang instan dalam manusia berproses. Setiap proses dalam kesetimbangannya, pastilah butuh sebuah dimensi waktu sebagai frame yang harus dilalui. Seorang bayi, tetap akan melewati tahapan untuk duduk, merangkak, berjalan, berlari, melompat. Tidak mungkin kita menuntut seorang bayi setelah duduk, kita minta untuk melompat. Demikian juga dalam menekuni sebuah bisnis. Bisnis apa pun tetap akan ada prosesnya. Tidak mungkin orang akan mendapatkan keuntungan yang besar hanya dalam sekejap. Kalaupun ada kejadian seperti itu, saya akan menganggap bahwa hal itu hanyalah sebuah keuntungan yang semu, yang ditotal secara rata-rata pada kurun waktu ke depan dihitung-hitung akan tetap menghasilkan sebuah gradien kenaikan yang sebenarnya tidak sedrastis saat hal itu dianggap sebagai sebuah hal yang instan.

Kita lihat begitu banyak orang menawarkan kerjasama di internet yang seolah menafikkan anggapan proses alamiah yang saya kemukakan di atas. Kita lihat banyak sekali iklan di internet. Sepuluh juta dalam seminggu! Keuntungan berlipat dalam sehari! Hanya bergabung langsung dapat uang! Dan sebagainya. Mungkin bisa jadi memang demikian seperti yang dijanjikan, tapi tanpa sebuah persiapan layaknya orang akan memulai sesuatu, maka ketika kita menjalaninya tak lebih kita hanya akan ‘menghambur-hamburkan’ sumber daya yang kita miliki.

Secara teori memang ada empat infrastruktur yang harus menjadi pengertian kita, sebelum kita memulai menekuni hal-hal yang diharapkan menjadi nilai tambah ketika kita berinteraksi di dunia maya. Saya pikir, tak perlu kita terlalu kaku dalam menyikapinya. Tak perlu empat hal itu kita harus benar-benar siap sebelum ‘masuk’ ke kancah interaksi internet. Kita bisa ‘asal mulai’, tapi dengan semangat agar kita juga harus selalu belajar, membuka wawasan terhadap empat elemen yang akan menjadi pondasi atas bangunan bisnis dunia maya itu. Karena seberapa kokoh pondasi itu, layaknya sebuah rumah, sangat menentukan seberapa kokoh bangunan di atasnya.

Yang pertama, adalah yang disebut dengan Technology Infrastructure. Gambarannya mungkin apa yang seperti ditanyakan teman saya pada paragraf pertama di atas. Dunia maya memang tidak terlepas dari hal-hal teknis teknologi informatika. Dan hukum alamnya tetap, kita harus berproses. Kita tidak mungkin menguasai semua hal teknis dalam sekejap. Bahkan kita juga mungkin tidak perlu tahu hal teknis sampai mendalam sekali. Karena pada dasarnya semua hal teknis itu bisa kita ‘beli’. Tapi tetap, dengan berjalannya waktu adalah tuntutan bagi kita bila kita ingin menekuni bisnis dunia maya, untuk selalu memperkaya wawasan kita terhadap hal-hal teknis di atas.

Source: Pembelajar.com